Yogyakarta, Jurnalpublik.com – Laporan World Reading Habits in 2020 oleh The Digital Reader menempatkan Indonesia di peringkat ke-16 dengan lama waktu yang dihabiskan tiap orang dalam seminggu untuk membaca adalah 6 jam. Angka ini lebih banyak daripada waktu yang dihabiskan warga Kanada, Jerman, dan Amerika Serikat . Peringkat pertama adalah India yang tiap orangnya dalam sepekan menghabiskan 10 jam 42 menit. Laporan yang sama menyebutkan, 35% warga dunia lebih membaca selama pandemi COVID-19 tahun 2020.

Temuan di atas menarik untuk disaksamai. Apa di balik itu? Sesungguhnya bukan kehadiran jagat digital atau bahkan pandemi sebagai musuh perbukuan. Musuh perbukuan adalah sikap enggan membaca—atau bahkan memusuhi—buku. Pandemi di satu sisi, dan di sisi yang lain meningkatnya kerinduan membaui aroma kertas dan membuka pagina demi pagina buku cetak—inilah yang membuat optimisme untuk selalu ada momen kembali pada buku cetak.

Buku Kalam Pencandu Buku susunan Yusuf Maulana bukan sekadar hujah untuk temuan di atas; lebih dari itu, di dalamnya berkisah banyak hal tentang pengalaman Yogyakarta sebagai gudang penerbitan buku dan berbanding dengan kemunculan kantong-kantong intelektual juga personalnya.

Acara bedah buku ini rencana akan digelar via daring besok Sabtu, 11 September 2021 pukul 19.45 sampai dengan selesai. Samben Library selaku tuan rumah acara ini mengundang kita semua untuk menyimak acara kupasan dan tasyakuran buku tersebut. Beberapa pembedah buku ini merupakan pegiat literasi lintas kota. Acara ini terbuka untuk umum dan semua khalayak. Link Google Meet bisa diakses di sini: https://meet.google.com/xka-wqvw-xpp

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here