Direktur Utama Perumda PT. Sinergi Patriot Muhammad Fikri Aziz

Penulis: Zahra

Jurnalpublik.id – Beberapa minggu terakhir dia memenuhi pikiran penulis. Seseorang yang bisa dibilang jauh dari media sosial pada akhirnya harus menempuh jalan di sana. Penulis mengikuti akunnya di seluruh platform. Memantau pergerakannya, membaca kata demi kata, mengikuti jalan pikirannya yang tertuang. Ada tiga kata yang merangkum semua, cerdas, berani dan kuat.

Dia bukanlah Rahman Toha, yang fun dan full of khidmah. Bukan Bramastyo yang tenang dan juara dalam berdamai, bukan Fadli yang kalau adu mulut tak terkalahkan meski hampir – hampir machiavelis. Bukan Erizal yang misterius tapi tulisannya selalu tajam namun tak pernah menunjukkan sisi hangat seperti Fahri Hamzah. Fikri adalah Fikri, yang memiliki karakter unik tersendiri. Dia menggugat, keras kepala, berani, benar, tapi bisa menulis tentang kasih sayang.

Dulu penulis pertama kali mengenal dia, sebagai seorang sekjen kammi. Orangnya tidak ramah, angkuh, sulit menyapa orang – orang. Penulis kira itulah alasannya kenapa orang – orang dengan mudah setuju untuk melengserkan dia dari jabatan, terlepas karena faktor keanehan berorganisasi pada zaman tersebut akibat kendali partai.

Pengenalan berlanjut ketika ia mencalonkan diri sebagai ketua KAMMI 2013. Lihatlah sikap dia dalam kampanye dan saat konflik tercetus di gelanggang, sungguh luar biasa betapa dia merangsek maju dan berdiri tanpa senyuman. Ya, penulis tidak pernah melihat dia tersenyum. Sangat serius sekali.

Penulis kira semua politisi itu seperti Rahman Toha. Tebar senyuman kemana – mana. Penulis berfikir, jalannya pasti sulit sekali kalau begini caranya.

Tapi mengenal pribadi orang lain, tidak akan pernah bisa selesai. Tidak ada yang pernah mengetahui misteri di masa depan, karena ini misteri kehidupan manusia, bukan elektabilitas calon kepala daerah, maupun cuaca.

Penulis tidak pernah mengira, bahwa orang inilah yang pada akhirnya banyak memberi dukungan disaat penulis berada di titik rendah kehidupan, dan ikut berbahagia ketika penulis juga berbahagia. Dia, adalah manifestasi dari karakter asli kader KAMMI. Orang yang memiliki tradisi pasang badan dalam perkawanan.

Penulis adalah orang yang sangat menghargai sesuatu dan mengetahui cara berterimakasih. Maka apapun yang hendak ia tuju, penulis dukung. Termasuk upayanya dengan sangat keras sekali berkampanye di media sosial, sesuatu yang penulis telah katakan, sungguh sosial media adalah yang sebenarnya dia tidak suka.

Maju terus Pak Dir. You are amazing player.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here