Jakarta, Jurnalpublik.com – Poltracking dalam surveinya memaparkan, jika ada tiga figur kuat calon presiden dengan angka elektabilitas di atas 10%, yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto. Untuk figur calon wakil presiden, terdapat lima figur kuat calon wakil presiden yang selalu konsisten berada dalam lima besar elektabilitas dengan angka di atas 5%, yaitu Sandiaga Salahuddin Uno, Erick Thohir, Agus Harimurti Yudhoyono, Ridwan Kamil dan Puan Maharani.

Dalam survei ini, karakter kepemimpinan yang dimiliki oleh calon presiden dan wakil presiden menurut publik adalah peduli dan perhatian pada rakyat (16.8%), diikuti dengan karakter jujur, bisa dipercaya dan bersih dari korupsi (16.0%) serta berpengalaman (12.7%). Pada latar belakang pasangan calon presiden dan wakil presiden, publik menyukai kombinasi latar belakang kepala daerah – pengusaha (11.3%), kepala daerah – kepala daerah (10.3%) dan kepala daerah – menteri (10.2%).

Dalam simulasi surat suara 10 nama Capres 2024 yang disuguhkan oleh Poltracking. Angka elektabilitas dari setiap kandidat yaitu Ganjar Pranowo (26.9%), Prabowo Subianto (22.5%), Anies Baswedan (16.8%), Agus Harimurti Yudhoyono (3.6%), Ridwan Kamil (3.4%), Erick Thohir (2.6%), Sandiaga Salahuddin Uno (2.2%), Khofifah Indar Parawansa (2.0%), Airlangga Hartarto (1.8%) dan Puan Maharani (1.2%).

Untuk elektabilitas partai politik, PDIP (21.3%) adalah partai politik dengan elektabilitas tertinggi dalam simulasi 16 partai politik peserta Pemilu 2019, diikuti dengan Partai Gerindra (10.6%), Partai Golkar (9.9%), PKB (8.0%), Partai Nasdem (7.3%), Partai Demokrat (7.2%), PKS (5.8%), PAN (4.4%), PPP (3.2%) dan Perindo (2.1%). Elektabilitas partai lain berada di bawah 1%. Meskipun demikian, Poltracking menyampaikan dalam rilisnya jika angka elektabilitas ini adalah potret potensi suara partai (party votes) yang berpotensi berubah dan cenderung naik karena kontribusi suara terhadap calon anggota legislatif (personal votes) dari masing-masing partai.

Poltracking Indonesia menyelenggarakan survei nasional pada 16-22 Mei 2022 dengan
menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah sampel dalam survei ini adalah 1220 responden dengan margin of error (MoE) +/- 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%. Sampel survei ini menjangkau 34 provinsi seluruh Indonesia secara proporsional berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terakhir. Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka. Data setiap responden diverifikasi dengan ketat melalui perangkat teknologi komunikasi terbaru untuk menjamin kualitas dan kredibilitas hasil survei.

“Mengingat pelaksanaan Pilpres masih cukup jauh hingga 2024, sangat mungkin terjadi berbagai dinamika, peristiwa, dan momentum politik yang berpotensi mengubah peta politik elektoral ke depan,” ungkap Hanta Yudha, Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia dalam rilisnya. []

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here