Jakarta, Jurnalpublik.com – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level di wilayah Jawa-Bali dan di luar Jawa-Bali akan berakhir pada hari ini, Senin (20/9). Sebelumnya untuk wilayah Jawa-Bali dimulai dari tanggal 13 September 2021. Sementara untuk luar Jawa-Bali sudah dimulai sejak tanggal 7 September 2021.

Perpanjangan PPKM sendiri telah dilakukan beberapa kali oleh pemerintah. Mulai dari PPKM Darurat hingga PPKM Level. Meski belum ada kabar pemerintah terkait perpanjangan PPKM Level, data corona secara umum di Indonesia selama sepekan terakhir ini konsisten membaik.

Berdasarkan data John Hopkins University CSSE Covid-19 pada 12 September 2021, Indonesia dinilai sebagai one of the best in the world dalam menangani kasus covid-19. Pasalnya, Indonesia tercatat berhasil menurunkan kasus Covid-19 sebesar 58% hanya dalam waktu dua pekan.

Saat ini rata-rata kasus positif Covid-19 di bawah 10.000 kasus per hari. Artinya, pandemi Covid-19 cukup terkendali di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga Sabtu (18/09/2021), penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tercatat sebanyak 3.385 kasus, turun dibandingkan penambahan kasus hari sebelumnya yang tercatat sebesar 3.835 kasus.

Dengan demikian, total kasus Covid-19 di Indonesia sejak awal pandemi pada 1 Maret 2020 hingga hari ini tercatat mencapai 4.188.529 kasus.

Keberhasilan Kebijakan PPKM

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan kunci terpenting adalah dukungan serta kolaborasi antar pemerintah dan masyarakat. Juga dengan para ahli seperti epidemiologi, klinisi, organisasi profesi hingga organisasi masyarakat.

Dengan koordinasi erat ini maka dibuatlah keputusan untuk melakukan pengetatan mobilitas yang diterjemahkan melalui kebijakan PPKM hingga level 4 yang masih berlangsung sampai saat ini.

“Dengan pelaksanaan kebijakan PPKM dan dukungan masyarakat terhadap upaya bersama untuk menerapkan PPKM menjadi kunci kita bisa menurunkan laju penularan,” ujar Nadia seperti dilansir CNBC Indonesia, Minggu (5/9/2021).

Selain itu vaksinasi juga terus dipercepat untuk bisa menciptakan kekebalan komunal lebih cepat. Sebab, percepatan vaksinasi akan membantu memperkuat daya tahan tubuh masyarakat dari serangan virus Corona ini.

“Juga percepatan vaksinasi, termasuk dukungan masyarakat untuk vaksinasi sehingga tidak banyak penolakan terhadap vaksinasi,” tambahnya.

Positivity Rate di Indonesia 1,67%

Dari awal bulan September, jumlah positivity rate di Indonesia sudah konsisten berada di bawah 10 persen. Bahkan jika dilihat pada sepekan terakhir angka tertingginya hanya sebesar 5,74 persen. Angka tersebut terjadi pada tanggal Kamis (16/9) lalu.

Adapun sejak tanggal 17 hingga data terakhir pada tanggal 19 kemarin, jumlah positivity rate nasional sudah berada di kisaran 1 persen. Tepatnya per Minggu (19/9) adalah sebesar 1,67 persen.

WHO sendiri menyebut batas ambang aman suatu negara aman adalah 5 persen. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa. virus corona di Indonesia saat ini sudah berada di dalam situasi yang terkendali. Untuk kelanjutan PPKM, apakah masih berlanjut? Terkait kebijakan tersebut kita masih menunggu kabar dari Pemerintah Indonesia.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here