Kiai Asep dalam agenda bedah buku Kiai Miliarder Tapi Dermawan di Gedung Dewan Pers (23/08/2022)

Jurnalpublik.id – Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim dikenal sebagai sosok Kiai miliarder yang dermawan. Tak hanya gemar bersedekah, Kiai Asep juga tak pelit dalam membagikan rahasia sukses yang dia miliki.

Bahkan sebagai Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU), Kiai Asep selalu menyempatkan waktunya untuk berkeliling Indonesia untuk menularkan kesuksesannya dalam membangun lembaga pendidikan.

“Kami terus turun ke berbagai provinsi tujuannya hanya dua, pertama menyemangati lembaga pendidikan yang bisa mencetak kader mewujudkan Indonesia maju, adil dan makmur. Kedua menyemangati masyarakat untuk meningkatkan taraf hidupnya,” tutur Kiai Asep dalam bedah buku “Kiai Miliarder tapi Dermawan” yang digelar Forum Jurnalis Wakaf Indonesia (Forjukafi) di Dewan Pers, Jakarta, Selasa (23/8/2022).

Tak hanya itu, bahkan Kiai Asep bersedia mentransfer sistem pendidikan Pesantren Amanatul Ummah yang telah sukses kepada pesantren lain.

“Saya selalu keliling ke berbagai provinsi untuk memotivasi kiai-kiai, untuk mentransfer sistem pendidikan pesantren kami,” kata Kiai Asep.

Kepada peserta bedah buku, Kiai Asep juga membagikan rahasia ibadah yang jadi salah satu faktor kesuksesannya. Kiai Asep mengambil referensi dari Kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Al Ghazali. Di kitab itu disebutkan tentang doa yang tidak akan ditolak oleh Allah SWT.

Doa tersebut diiringi dengan puasa dan shalat hajat. Shalat hajat itu, kata Kiai Asep terdiri dari 12 rakaat, setiap 2 rakaat salam sampai dengan salam yang ke 6. Dalam setiap rakaatnya yang dibaca Surat Al Fatihah 1 kali, ayat Kursi 1 Kali dan surat Al Ikhlas 1 kali. Setelah salam yang ke 6 (di luar shalat) langsung bersujud. Sebelum memanjatkan do’a dalam sujud, membaca terlebih dahulu tasbih 11 kali dan shalawat 11 kali, kemudian berdoa.

“Saya laksanakan dan berhasil. Saya melaksanakannya 1 jam sebelum subuh, karena itu adalah waktu yang istijabah. Jadi shalat hajatnya merupakan doa yang tidak akan ditolak. Waktunya, waktu yang istijabah,” pungkas Kiai Asep.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here