Jakarta, Jurnalpublik.com – Romelu Lukaku sempat dipinjamkan ke klub lain pasca ia gagal mengeksekusi pinalti di laga final Piala Super melawan Bayern Munchen pada tahun 2013. Lukaku sebagai penendang terakhir dalam drama pinalti tersebut gagal membobol gawang Neuer. Padahal, empat penendang sebelumnya sukses memperdayai Neuer. Chelsea pun tertunduk lesu karena kalah 4-5 dari Bayern lewat adu penalti.

Ia tidak masuk rencana Jose Mourinho pada saat musim EPL 2012-2013. Bisa jadi keputusan klub meminjamkannya ke klub lain karena Mourinho kesal dengan Lukaku karena kegagalannya dalam drama adu tos-tosan tersebut. Bisa dipahami, karena saat itu manajer Bayern Munchen Pep Guardiola merupakan musuh bebuyutan Jose Mourinho. Ini juga terjadi saat Jose Mourinho menukangi Real Madrid dan Pep Guardiola menukangi Barcelona di kompetisi La Liga.

Pada 10 Agustus 2012, Lukaku bergabung ke West Bromwich Albion dengan kontrak peminjaman hingga akhir musim 2012–2013. Meskipun dipinjamkan oleh klub, Lukaku mencetak lebih banyak gol dari semua rekan timnya di Chelsea di Liga Premier musim itu, menjadi pencetak gol keenam tertinggi musim 2012-13 dengan 17 gol.

Pada tahun 2013 Lukaku mengaku pada media bahwa ia masih ingin bergabung dengan West Bromwich dan menjadi bagian dari sejarah tim tersebut. Namun oleh manajemen Chelsea keinginan tersebut tidak dikabulkan karena pada musim berikutnya Lukaku dipinjamkan ke Everton. Di hari terakhir jendela transfer 2013, 2 September 2013, Lukaku bergabung ke Everton sebagai pemain pinjaman dari Chelsea hingga akhir musim 2013–2014. Karena performanya yang apik, pada tanggal 30 Juli 2014, Everton membelinya secara permanen dari Chelsea. Lukaku menandatangani kontrak lima tahun dengan Everton, untuk biaya rekor £ 28 juta. Lukaku mengenakan nomor punggung 10 di klub tersebut.

Moncer di Everton, akhirnya Manchester United pun meliriknya. Pada 10 Juli 2017, Lukaku bergabung dengan Manchester United dengan menandatangani kontrak selama lima tahun dengan opsi perpanjangan kontrak untuk tahun berikutnya. Penandatanganan kontrak Lukaku terjadi sehari setelah mantan kapten Manchester United, Wayne Rooney memutuskan untuk meninggalkan klub untuk kembali ke Everton.

Sayang, di Manchester United Lukaku gagal bersinar. Di tahun 2019, Lukaku memutuskan untuk pindah ke Liga Italia. Ia bergabung dengan Inter Milan di musim 2019-2020. Lukaku seolah terlahir kembali di Inter Milan. Lukaku sangat tajam di Inter Milan musim ini. Pria 26 tahun tersebut sudah mengoleksi 14 gol dari 18 pertandingan di Liga Italia Serie A. Total, Lukaku telah menjaringkan 16 gol untuk La Beneamata. Perolehan gol Lukaku jauh lebih baik ketimbang saat masih membela MU. Saat di Setan Merah, Lukaku hanya bisa membuat 12 gol dari 32 keseluruhan penampilan di Liga Inggris.

Sejak dibeli pada awal musim 2019/2020 lalu, Romelu Lukaku total telah mencetak 45 gol dan delapan assist dari 63 laga bersama Inter Milan. Bahkan di musim 2020-2021, ia mempersembahkan scudetto untuk Inter Milan yang selama ini ddidominasi oleh Juventus.

Di musim 2021-2022 ia kembali ke klub yang bermarkas di London, Chelsea Football Club. Chelsea membelinya dengan harga yang cukup fantastis. Lukaku dibeli dari Inter Milan dengan nilai transfer mencapai 97,5 juta pounds atau sekitar Rp 1,9 triliun. Angka tersebut sekaligus memecahkan rekor transfer Chelsea selama ini.

Menariknya, meski baru satu pertandingan, Lukaku tampak langsung nyetel dengan permainan Chelsea. Apa rahasianya? Lukaku menjalani debut keduanya untuk Chelsea melawan Arsenal dan berhasil mencetak salah satu gol dalam kemenangan Chelsea 2-0. Dia tampak langsung nyetel dengan permainanan Chelsea.

Jamie Redknapp, analis Sky Sports mengatakan, adaptasi cepat Lukaku ini dikarenakan Lukaku memang sangat cocok dengan DNA Chelsea. “Chelsea memang punya DNA untuk seorang striker yang bisa menahan bola dan memberi ruang bermain untuk rekan-rekannya. Tidak penting siapa pelatihnya, setiap pelatih mereka ingin memiliki focal point seperti itu,” ujar Redknapp. Kita tunggu aksi Lukaku di musim ini, apakah ia akan sebagus semasa di Inter Milan. Patut kita tunggu sepak terjang si anak hilang yang sudah malang melintang di beberapa klub dan akhirnya Kembali lagi ke klub impiannya di masa kecil yakni Chelsea.[ES]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here